Nyanyian Sunyi sang Lian

5730317-lg11

Senja yang Kabut

Senja di batas kota

Bukan lagi sebuah lagu

Tapi nyata senyatanya ada.

Di tengah bisingnya senja

Manusia ragawi tak ada lagi

berganti rupa menjadi seonggak roda

yang bergerak kemana dipinta.

Senja di batas kota

Tak lagi indah

Bising dan angkuh.

Senja di batas kota

dalam sebuah cerita

tentang hidup yang tak lagi hidup.

Senja di batas kota

Air, bumi dan udara

Disesaki oleh keangkuhan yang tak mau mengabdi.

Senja di batas kota

Di mana orang hanya memikirkan

bagaimana mengenyangkan perut.

Senja di batas kota

Tidak lagi dan tak akan pernah memikirkan

bagaimana memperjuangkan lian dari kekosongan perut

Senja di batas kota

Ketiadaan ruh dalam raga

……………..

Nyanyian Sunyi sang Lian

Ku ucapkan selamat datang pada kematian

Ku ucapkan selamat tinggal pada kehidupan

Di antar dua pilihan,

Masih banyak lian yang tidak tahu akan kedudukannya

Ini kah kehidupan yang tak berkehidupan

Atau kah ini sekumpulan manusia yang tidak berperikemanusiaan

Membuat lian sulit menentukan pilihan

Kecuali mati secara perlahan-lahan

Sadis, sungguh amat sadis

Di mana Pancasila yang katanya terbang kokoh mengitari nusantara

Di mana Indonesia yang katanya dibangun atas darah dan air mata bersama

Di mana penguasa yang aku amanahkan

Di mana semuanya????

Sehingga aku pun sulit mengabarkan

kehidupan semacam apa yang sedang aku jalani sekarang.

atau

Haruskah aku bertanya pada TPS dan kertas suara…

tentang alamat lengkap kehidupan yang lian.

seiring senja yang kian kabut

By; Joemardi Poetra

13-07-09.

Prita

“Bebaskan Prita dan Lawan Kriminalisasi Pers”

Dunia pers Indonesia kembali dikejutkan, ulah curhat lewat e-mail seorang Ibu rumah tangga berujung tinggal di balik jeruji besi. Dua anak semata wayang nya pun harus menunggu kapan bisa duduk-baring dalam dekapan ibunya. Begitulah yang dirasakan oleh ibu Prita Mulyasari setelah membuat semacam curahan hati/suara pembaca perihal kondisi obyektif yang ia rasakan setelah berobat di Rumah Sakit Omni Internasional. Dengan adanya curhat/keluhan/suara pembaca ini, pihak RM Omni merasa ada unsur pencemaran nama baik. Peristiwa semacam ini adalah momok yang bakal selalu menghantui kebebasan berpendapat masyarakat. Bahkan kalau kita simak, KUHP adalah jalan yang selalu ditempuh oleh pihak penggugat selama ini untuk membungkam hak warga negara untuk mengemukakan pendapatnya. Padahal kita ketahui bersama, KUHP adalah peninggalan Belanda pada masa itu untuk membungkam masyarakat. Dan sampai saat ini laku hukum berwatak otoritarian ini masih saja menyelinap dalam pola pikir-tindak para penegak hukum di negeri ini. Buktinya, Prita dihadapkan dengan Pasal 310 KUHP dengan ancaman hukuman 1,4 tahun, pasal 311 dengan ancaman 4 tahun penjara.
Baca selebihnya »

Bandit Berdasi

Nak, ma’afkan bapak
hidupmu kian tak menentu
Pak, engkau hanya seorang ayah yang harus cari kerja
sementara aku biarlah di rumah
menjaga ibu yang sedang terbaring lemah.
Apakah aku perlu takut pak
tidak nak,
Fakultas kehidupan adalah bangku sekolahmu
Alam bakal menjadi pendidik sekaligus teman cerdasmu
dan Tuhan juga akan selalu menemani langkah hidupmu
Tidak pak,
Perubahan bukan karena Tuhan,
tapi karena kita mampu mengambil atau tidak perihal titipan Tuhan tentang hari yang dibayangkan..
Pak, apakah engkau pernah diajari atau belajar tentang negara
ya..nak,
Negara adalah tempat para bandit-bandit berdasi.

Joemardi Poetra

Maghrib, 02/06/09

Aku, Kami, Kita

Menjadi Indonesia

Bersimbah peluh di ujung siang
Bertekuk lutut di ujung malam
Berduyun-duyun memanjat harap
Menjemput janji perubahan
Untuk seutas tali kepastian
Untuk sejumpun kerinduan yang tertunda
 Baca selebihnya »

Bersatulah Mahasiswa Jambi se-Indonesia

Sekapur Sirih

DSC_1315

“Apakah Bangsa/daerahmu akan kau biarkan terbungkuk-bungkuk dalam ketidaktahuannya? Siapa yang bakal memulai kalau bukan kau”.

Saatnyo Kito Bangkit Basamo

Pelajaran yang harus kito ambik dari sejarah terbentuknyo negeri ini adalah mengorganisasikan ide-ide luhur tentang kemerdekaan dalam segalo lini kehidupan. Artinyo, dari banyak organisasi pada masa pra kemerdekaan, seperti jong java, jong sumatra adalah realisasi dari kehendak besamo tentang idealnya sebuah negara-bangsa.

Masih segar dalam ingatan, setiap hari senin, pasti kito mendengar bahkan melafazkan butir-butir Sumpah Pemuda. Ini artinyo ada kehendak merdeka dari segala macam bentuk penindasan.

Senada dengan itu, begitulah nak kito harap dengan Keluarga Pelajar Jambi Yogyakarta (KPJY) atau komunitas-komunitas anak-anak Jambi di mano pun berada. Jambi adalah sebuah provinsi yang di dalamanyo berisi beragam masyarakat. Sebut sajo ado Bungo, Kerinci, Batang Hari, Tebo, Muaro Jambi, Bangko, Sarolangun, Tungkal, dan masih banyak yang lainnyo.

Baca selebihnya »

Pram, di Usiamu Yang Tak Lagi Bisa Dihitung

imagesPram, kau telah pergi
Diiringi dengan lagu perjuangan
Selamat jalan Pram
Dan selamat datang di ibukota keabadian.
Kami pun bakal menyusul setelahmu
Entah hari ini, esok, lusa atau kapan
Bagimu, kehidupan memiliki tugas nasional
Apapun bentuknya,
akhirnya adalah kemerdekaan
dalam pengertian yang susungguhnya

Baca selebihnya »

Selamatkan Amien Rais

Oleh: Joemardi Poetra

Jauh sebelum pemilu digelar, Amien Rais tak henti-hentinya melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah SBY-JK, terutama soal kenaikan harga BBM dan rencana penjualan aset stategis negara. Belum lagi soal kemiskinan, pengangguran dan lapangan kerja yang belum teratasi.

Namun, setelah melihat peluang SBY bakal menang pada pemilu ini, tanpa tedeng aling-aling Amien Rais menganjurkan Partai Amanat Nasional (PAN) merapat ke demokrat, partainya SBY. “Berkoalisi dengan the losing side, bukan the winning side, itu sebuah kemubaziran”, ungkapnya di depan para wartawan.

Baca selebihnya »

Buruh di Negeri Janji

Oleh: Joemardi Poetra

Tahun 1993, terjadi sebuah peristiwa bersejarah dimana Marsinah, seorang buruh pabrik Jam di Sidoarjo, menjadi penyulut heroisme kaum buruh untuk berani menuntut segala hak mereka yang tidak dipenuhi oleh pengusaha. Ulah keberaniannya menentang refresifitas militer Orde Baru dan pengusaha, ia meregang nyawa.

Sontak, kepergiannya mengilhami semangat juang bagi seluruh kaum buruh nusantara agar selalu melawan segala bentuk kelaliman yang terjadi dalam dunia perburuhan saat ini.

Baca selebihnya »

Halaman Berikutnya »

  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita
    Ono Gosip di Prita
    aldi di Aq
    Afriadi Putra di Buku Tamu
    prostel di Aku, Kami, Kita
    joemardipoetra di Celekop
    joemardipoetra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    joemardipoetra di Buku Tamu
    syaiful di Buku Tamu
    Biografi Singkat di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    madagumilang di Pram, di Usiamu Yang Tak Lagi …
    Fadhilatul Muharram di Aq
    Fadhilatul Muharram di Buku Tamu
  • RSS Kabar Terkini

  • Beranda