Yogyakarta menuju Jombang
Adalah cerita pendek yang tak berhalaman
***
Jarak tak lagi memiliki ruang peristirahatan
Dunia sedang berlari kencang
Terlambat bakal ketinggalan
Tergopoh-gopoh bakal ketelindas
Hujan tetaplah keramaian
Tangis tetaplah penyeimbang kehidupan
Kesedihan adalah kasur berduri di antara yang empuk
Bahagia adalah pahala duniawi yang tiada disangka
Baca selebihnya »
Yogyakarta-Jombang (Cerita yang tak berhalaman)
Posted in Puisi on Januari 20, 2010 by joemardipoetraKopi, Buku, Pesta dan Kemerdekaan Diri
Posted in Puisi on Januari 15, 2010 by joemardipoetraKawan,
Berpisah bukan berarti menghilang tanpa jejak
Tapi bertemu di satu tempat berpijak
Berdiri tegak di garis depan untuk keberartian
Berjuang dalam beragam bentuk adalah sebuah keharusan
Catatan diskusi kita telah menumpuk
Koran, buku dan sumber belajar lainnya telah menjadi laku hidup
Beragam analisis tentang sesuatu hal telah paham bahkan hafal di kepala kita
Teori dan praktik adalah dua sisi dalam satu mata uang
Kopi, buku, pesta adalah lorong-lorong kehidupan kita
Kemerdekaan berpikir adalah muara kebebasan berpendapat
Kebebesan membuat forum dan kejelian dalam menilik sebuah persoalan,
kemudian tepat dalam memberi jawaban
Pagi, siang, sore hingga petang ke malam
Di sepanjang pematang sawah dan aliran sungai
Kita berkumpul dan bersenda gurau di warung-warung kopi yang menyulut pikiran
Walaupun memang, pada sebagian orang, warung-warung tersebut menjadi tuna-nilai, karena sekedar membincangkan hal-hal remeh-temeh semata, seperti Isabella yang pergi tak tahu rimbanya
Baca selebihnya »
Gus Dur
Posted in Puisi on Januari 15, 2010 by joemardipoetra
Menyentuh segala lapisan
Melebur jarak dalam kebersatuan
Mata rantai kebersamaan
Dalam cerita yang sulit diterka
Ternyata banyak orang mengiakan
Kau di antara salah satu sedikit orang
Mencintai negeri ini dengan segala konsekuensi
Memeluk perbedaan sebagai asas kehidupan
Mengobok-ngobok tatanan hukum yang
tak lagi siuman dengan realitas kehidupan
Baca selebihnya »
‘Koin Quan’ (setangkai puisi untuk Prita Mulyasari)
Posted in Puisi on Desember 12, 2009 by joemardipoetra
Di tengah badai tuntutan perdata dan pidana
Kau tak perlu lagi mengusap air mata
Koin Quan sedang berjalan menyusuri
gang-gang sempit di negeri Ibu Pertiwi.
Menjemput towa milik nenek moyang bernama Koin Kepedulian
Seiring waktu berkelindan
Koin Quan telah menumpukkan jutaan harapan
setelah melalui towa rasa keadilan
Memanggil merdu hati para penduduk di negeri ini
untuk bergabung dalam hari harapan.
Masa depan adalah keadilan untuk segala lapisan orang.
Ia tak lagi mahal bagi mereka yang tak memiliki lembaran uang.
Ia tak lagi buram bagi mereka yang tidak paham pasal-pasal jeratan
Ia tak lagi dipetieskan ketika berjumpa orang-orang di ring kekuasaan
Tak usah lagi menangis dan merasa sendiri wahai kau Prita,
Kalaupun kamu dianiaya,
Koin Quan tak segan-segan menimbun dirinya
di atas muka para penegak hukum di negeri ini.
Koin Quan tidak selalu hadir,
ia hadir ketika keadilan sedang ditransaksikan
oleh para pemilik uang dan kekuasaan.
Ketika lembaga pengaduan sedang buta dari aduan.
Koin Quan adalah ratap bahagia bagi
mereka yang menempatkan kritik dan saran
dalam lembaran surat pembaca.
(Kutulis anak kata-kata ini untuk Prita Mulyasari)
Jumardi Putra, pegiat komunitas Swarna Bhumi dan Gubuk Kita 12/09.
Jalan Kebudayaan Swarna Bhumi
Posted in Opini on November 27, 2009 by joemardipoetra
Zaman ini serba kilat. Lalu lalang informasi tak terbantahkan. Terus membentuk arus yang terkadang semakin ruwet. Itulah globalisasi. Sebuah kondisi yang di dalamnya terjadi revolusi arus informasi dengan segala tetek bengek pemutaakhiran teknologi. Keliru sedikit saja mengarungi bahtera peradaban di zaman ini bisa berakibat fatal. Antony Gidden mengatakan, zaman ini berada dalam situasi running away, segala sesuatu begitu cepat berlari, bahkan sulit dikejar.
Sehingga diperlukan pengenalan atas segala hal yang sedang terjadi pada zaman ini. Sehingga hemat saya globalisasi adalah bahan ajar yang harus dipelajari oleh siapa pun secara seksama, tanpa harus mengalfakan sikap kritisnya. Karena hal itu yang bisa membuat peradaban ini layak untuk dihuni. Kita tidak bisa lagi mengaku cukup dengan informasi warisan leluhur, kemudian berencana keluar dari ring sejarah. Karena hemat saya, itu adalah tindakan bunuh diri secara perlahan-lahan.
Baca selebihnya »
Obrolan Jelang Pilkada di Jambi
Posted in Opini on November 27, 2009 by joemardipoetra
Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini lahir dari diskusi kecil Swarna Bhumi: terkait penyelenggaran Pilkada di Jambi yang kian mendekati hari H.
Apakah Jambi memiliki akar tradisi demokrasi.
Kalau pun dinilai ada, apa bentuk demokrasi di negeri Jambi, jauh sebelum terbentuknya state modern dengan segala perangkatnya, seperti provinsi Jambi saat ini.
Sudah berapakah umur demokrasi di negeri Jambi.
Apakah realitas politik Jambi saat ini telah mencerminkah hakikat demokrasi. Kuasa rakyat di atas segalanya, sedangkan persoalan pemerintah beserta jajarannya sekedar pembantu umum, lain tidak.
Atau demokrasi sebagai prosuder pembagian kekuasaan bagi sekelompok orang juga belum dipahami seutuhnya di benak pikiran dan tindakan para elit di Jambi.
Apakah pelaksanaan otonomi daerah berbanding lurus dengan prinsip dasar diterapkannya sistem demokrasi di Jambi.
Masih segar dalam ingatan, PEMILU baru saja dilewati. Seiring itu, pemilu juga diwarnai segala bentuk praktik politik yang tidak santun. Tunamalu dan tuna nilai. Apakah hal ini akan menjadi pedoman pada Pilkada nanti di negeri Jambi.
Masih banyak pertanyaan seiring Pilkada di Jambi yang kian dekat dengan hari pelaksanannya.
Baca selebihnya »

http://joemardipoetra.co.cc


copy script di bawah ini dan paste-kan di widget text/html blog Anda:

