Pemda Jambi telah menghabiskan dana tidak sedikit guna mensukseskan pembangunan asrama bagi Pelajar Jambi Yogyakarta, tapi tidak ada cerita yang menarik untuk disuguhkan pada pelajar Jambi yang ada di Yogyakarta setelah selesainya proyek tersebut, melainkan Pembangunan yang hanya menyisakan banyak masalah.
Arsip untuk Maret, 2008
SOROTAN UTAMA
Posted in Uncategorized on Maret 24, 2008 by joemardipoetraMenyoal Pembangunan Asrama yang Bermasalah
Oleh: Joemardi Poetra & Padil
Proses pembangunan asrama yang bermasalah selama ini, membuat pihak PMJY selaku orgnisasi penguyuban masyarakat Jambi di Yogyakarta meminta KPJ (Keluarga Pelajar Jambi)Yogyakarta untuk bersikap lebih progress dalam menyikapi persoalan tersebut.
Pembangunan asrama Jambi yang berlokasi di Jalan DN III/717, Kec. Danurejan, Bausasran, Yogyakarta sampai saat ini masih meyimpan banyak pertanyaan. Semua berawal dari tidak dilibatkannya mahasiswa jambi sebagai calon penghuni asrama atau lebih tepatnya dengan pihak pengurus KPJ selaku organisasi pelajar Jambi yang ada di Yogyakarta.
Hal yang sama juga terjadi dengan pihak PMJY (panguyuban masyarakat Jambi Yogyakarta) selaku orangtuanya mahasiswa Jambi yang ada di Yogyakarta. Namun, seiring proyek pembangunan asrama berjalan, persoalan itu pun terkesan selesai begitu saja. Walaupun ada ‘pekikan’ kecil dari segelintir mahasiswa, tetapi itu jauh di ambang sana.
Dalam perjalanannya. Mulai tanggal 11 Desember 2006, proyek pembangunan yang ditaksir menghabiskan dana sebesar Rp 511.950.000 (lima ratus sebelas juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) ini pun mengalami banyak persoalan dilapangannya. Mulai dari jadwal penyelesaian yang jauh molor, (seharusnya 120 hari, terhitung dari kalender sejak tanggal dikeluarkannya surat perintah kerja (RKS) dari pengguna anggaran kegiatan pemeliharaan tanah aset Pemda Provinsi Jambi -red), gaji beberapa tukang yang berbulan-bulan telat dibayar oleh kontraktor serta yang lebih fundament adalah struktur bangunan yang tidak sesuai dengan master plannya.
Baca selebihnya »
Hal yang sama juga terjadi dengan pihak PMJY (panguyuban masyarakat Jambi Yogyakarta) selaku orangtuanya mahasiswa Jambi yang ada di Yogyakarta. Namun, seiring proyek pembangunan asrama berjalan, persoalan itu pun terkesan selesai begitu saja. Walaupun ada ‘pekikan’ kecil dari segelintir mahasiswa, tetapi itu jauh di ambang sana.
Dalam perjalanannya. Mulai tanggal 11 Desember 2006, proyek pembangunan yang ditaksir menghabiskan dana sebesar Rp 511.950.000 (lima ratus sebelas juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) ini pun mengalami banyak persoalan dilapangannya. Mulai dari jadwal penyelesaian yang jauh molor, (seharusnya 120 hari, terhitung dari kalender sejak tanggal dikeluarkannya surat perintah kerja (RKS) dari pengguna anggaran kegiatan pemeliharaan tanah aset Pemda Provinsi Jambi -red), gaji beberapa tukang yang berbulan-bulan telat dibayar oleh kontraktor serta yang lebih fundament adalah struktur bangunan yang tidak sesuai dengan master plannya.
Baca selebihnya »
SOROTAN UTAMA
Posted in Uncategorized on Maret 24, 2008 by joemardipoetra
ASRAMA BARU KPJY TERANCAM ROBOH
Akibat gaji para pekerja bangunan asrama Jambi yang belum dibayar oleh pihak kontraktor, asrama pun terancam dirobohkan sebagai jaminan atau ganti rugi para pekerja yang telah mengorek dana mereka sendiri.
Oleh: Dedi syaputra & Joemardi Poetra
Tepat pada tanggal 11 Agustus 2007, suasana Asrama Jambi yang terletak di Jalan DN III/717, Kec. Danurejan, Kab. Bausasran, Yogyakarta terlihat berbeda dibandingkan hari biasanya yang disibukkan oleh aktivitas para pekerja, terkait proyek pembangunan asrama jambi oleh CV Anisa Pratama yang dimulai dari tanggal 11 Desember 2006. Suasana justru terlihat penuh oleh kepulan asap tebal yang berasal dari kobaran api yang sengaja dilakukan oleh para pekerja bangunan tepat di depan asrama tersebut. Disamping itu, tampak beberapa para pekerja, dan masyarakat sekitar duduk di pelataran asrama tersebut.
Menurut Aryanto (11/08/07), salah seorang tukang mengatakan, ini semua adalah wujud dari emosi para pekerja yang tak kuasa menahan emosinya ketika sampai saat ini gaji mereka belum dibayar oleh Kontraktor. “selama ini hanya janji-janji belaka, hasilnya nihil,” tambahnya.
Baca selebihnya »
Menurut Aryanto (11/08/07), salah seorang tukang mengatakan, ini semua adalah wujud dari emosi para pekerja yang tak kuasa menahan emosinya ketika sampai saat ini gaji mereka belum dibayar oleh Kontraktor. “selama ini hanya janji-janji belaka, hasilnya nihil,” tambahnya.
Baca selebihnya »
SOROTAN UTAMA
Posted in Uncategorized on Maret 24, 2008 by joemardipoetraDikarenakan Pemda Jambi belum menanggapi secara serius persoalan asrama yang berlokasi di Jalan DN III/717, Kecamatan Danurejan, Bausasran, kota Yogyakarta, KPJ selaku organisasi pelajar Jambi di Yogyakarta pun menolak keberadaan asrama baru yang menelan biaya Rp 511.950.000 ini.
Oleh: Burliyan & Rahmat
Pembangunan asrama mahasiswa asal Jambi di Jalan DN III/717, Kecamatan Danurejan, Bausasran, kota Yogyakarta, dipersoalkan. Diduga proyek yang dimulai tanggal 11 Desember 2006 itu tidak sesuai dengan janji yang pernah dilontarkan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin ketika bertemu dengan Keluarga Besar Jambi Yogyakarta. “Gubernur pada tanggal 21 Agustus 2007 pernah berjanji akan menganggarkan Rp 700 juta untuk proses pembangunan asrama Jambi di Yogyakarta, namun kenyataannya jauh dari harapan”, tegas Padil, Ketua Umum Keluarga Pelajar Jambi Yogyakarta (KPJ) kepada Jambi Independent.
Karenanya, Padil mengindikasi dalam proses pembangunan proyek senilai Rp 511.950.000 tersebut ada indikasi KKN. Ditambah proses pembangunan yang sudah hampir selesai ini tidak sesuai dengan konsep perencanaan (master plan). Lebih lanjut Padil menjelaskan bahwa proyek tersebut menuai banyak persoalan di lapangan, mulai dari molornya penyelesaian proyek, beberapa gaji para tukang yang belum dibayar oleh kontraktor, serta struktur bangunan yang tidak sesuai dengan master plan.
Baca selebihnya »
Pembangunan asrama mahasiswa asal Jambi di Jalan DN III/717, Kecamatan Danurejan, Bausasran, kota Yogyakarta, dipersoalkan. Diduga proyek yang dimulai tanggal 11 Desember 2006 itu tidak sesuai dengan janji yang pernah dilontarkan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin ketika bertemu dengan Keluarga Besar Jambi Yogyakarta. “Gubernur pada tanggal 21 Agustus 2007 pernah berjanji akan menganggarkan Rp 700 juta untuk proses pembangunan asrama Jambi di Yogyakarta, namun kenyataannya jauh dari harapan”, tegas Padil, Ketua Umum Keluarga Pelajar Jambi Yogyakarta (KPJ) kepada Jambi Independent.
Karenanya, Padil mengindikasi dalam proses pembangunan proyek senilai Rp 511.950.000 tersebut ada indikasi KKN. Ditambah proses pembangunan yang sudah hampir selesai ini tidak sesuai dengan konsep perencanaan (master plan). Lebih lanjut Padil menjelaskan bahwa proyek tersebut menuai banyak persoalan di lapangan, mulai dari molornya penyelesaian proyek, beberapa gaji para tukang yang belum dibayar oleh kontraktor, serta struktur bangunan yang tidak sesuai dengan master plan.
Baca selebihnya »
SOROTAN UTAMA
Posted in Uncategorized on Maret 24, 2008 by joemardipoetraHasil mata pencaharian itu pun akhirnya hilang, kini pasrah dan hanya berharap uangnya bisa kembali. Begitulah cerita duka Sri Hardiyanti, si pemilik warung makan, dibalik proyek pembangunan asrama baru Pelajar Jambi yang tidak tertata rapi.
Oleh: Rudi
Siang itu (19/12/07), langit tampak mendung, ratusan kendaraan silih berganti menghiasi sepanjang jalan Bausasran. Rentetan bunyi klakson pun tak henti-henti mengemuka secara berlebihan, pertanda egoisme para pengendara. Bahkan, udara hitam pun muncrat dari setiap knalpot mobil dan membuat pemandangan kota begitu usam sekaligus mengernyitkan setiap jidat siapa saja yang di sekitarnya. Sekitar 10 meter dari jalan, terdapat sebuah warung makan yang saban harinya buka dari pukul 07.30 pagi sampai 19.30 malam dan begitu seterusnya.
Sri Hardiyanti, itulah nama pemiliknya. Terhitung semenjak tahun 2002 profesi sebagai penjual warung makan telah ia lakoni. “Maklum, kehidupan keluarga selama ini ditopang dari hasil buka warung,” bebernya. Kesabaran serta keuletan mungkin menjadi keistimewaan tersendiri bagi ibu tiga anak ini, mengingat usianya yang tak lagi muda, 62 tahun. “Beginilah mas hidup saya dari kecil sampai tua, selalu belajar menjadi manusia mandiri,” lanjutnya.
Baca selebihnya »
Siang itu (19/12/07), langit tampak mendung, ratusan kendaraan silih berganti menghiasi sepanjang jalan Bausasran. Rentetan bunyi klakson pun tak henti-henti mengemuka secara berlebihan, pertanda egoisme para pengendara. Bahkan, udara hitam pun muncrat dari setiap knalpot mobil dan membuat pemandangan kota begitu usam sekaligus mengernyitkan setiap jidat siapa saja yang di sekitarnya. Sekitar 10 meter dari jalan, terdapat sebuah warung makan yang saban harinya buka dari pukul 07.30 pagi sampai 19.30 malam dan begitu seterusnya.
Sri Hardiyanti, itulah nama pemiliknya. Terhitung semenjak tahun 2002 profesi sebagai penjual warung makan telah ia lakoni. “Maklum, kehidupan keluarga selama ini ditopang dari hasil buka warung,” bebernya. Kesabaran serta keuletan mungkin menjadi keistimewaan tersendiri bagi ibu tiga anak ini, mengingat usianya yang tak lagi muda, 62 tahun. “Beginilah mas hidup saya dari kecil sampai tua, selalu belajar menjadi manusia mandiri,” lanjutnya.
Baca selebihnya »
Suara Pembaca Majalah KPJ Yogyakarta ke PEMDA JAMBI
Posted in Uncategorized on Maret 24, 2008 by joemardipoetraSUARA PERMBACA (Untuk KPJY dan PEMDA Jambi)
Kajalangko, Prasasti baru KPJ (Keluarga Pelajar jambi) Yogyakarta
Tak dinyana, asumsi itu menjadi nyata, dan aku menjadi bagian dari yang ikut berbahagia, lantaran penantian panjang pun berakhir sudah, berakhir untuk memulai pertulangan baru yakni melanjuti capaian-capaian yang sudah diawali oleh teman-teman KPJ lewat terbitnya majalah Kajanglako ini.
Tanpa berpanjang kalam, Kajanglako adalah cerita manis yang harus disampaikan kepada siapa saja yang haus dengan ilmu pengetahuan serta menjadi media pendidikan yang sekiranya membuat kita bertanya sekali lagi arti penting kehidupan. Jadi, selamat buat KPJ yang mengukir prasasti baru di tengah kondisi latar sosial organisasi yang sulit untuk diterjemah. Maju terus dan lebarkan sayapmu.
Oleh: Arifin, Mahasiswa Jurusan tekhnik Mesin, Universitas Gadjah Mada.
Tak dinyana, asumsi itu menjadi nyata, dan aku menjadi bagian dari yang ikut berbahagia, lantaran penantian panjang pun berakhir sudah, berakhir untuk memulai pertulangan baru yakni melanjuti capaian-capaian yang sudah diawali oleh teman-teman KPJ lewat terbitnya majalah Kajanglako ini.
Tanpa berpanjang kalam, Kajanglako adalah cerita manis yang harus disampaikan kepada siapa saja yang haus dengan ilmu pengetahuan serta menjadi media pendidikan yang sekiranya membuat kita bertanya sekali lagi arti penting kehidupan. Jadi, selamat buat KPJ yang mengukir prasasti baru di tengah kondisi latar sosial organisasi yang sulit untuk diterjemah. Maju terus dan lebarkan sayapmu.
Oleh: Arifin, Mahasiswa Jurusan tekhnik Mesin, Universitas Gadjah Mada.


.jpg)

http://joemardipoetra.co.cc


copy script di bawah ini dan paste-kan di widget text/html blog Anda:

