Arsip untuk September, 2008

Perempuan adalah solusi

Posted in Puisi on September 25, 2008 by joemardipoetra

Oleh: Joemardi Poetra

perempuan adalah perahu,

manakala di tengah genangan air

yang kian membuncah melebihi kafasitas isi bumi.

Ia adalah solusi,

manakala kebimbangan menggunung di pundak kaum Abraham.

Ia bukan makhluk yang dimitoskan dengan keterbelakangan,

tetapi nyata menjadi bagian tuk merebut perubahan.

sekali lagi, kita harus belajar dari sosoknya, perempuan.

25/09/08

Apa yang Kita tinggalkan untuk Mereka

Posted in Puisi on September 25, 2008 by joemardipoetra

Oleh: Joemardi Poetra

Benar,

Tidak ada surat yang jelas tentang permohonan

mereka atas peninggalan kita sebagai orang pendahulu

untuk kehidupan mereka di hari yang akan datang.

Harta Negara banyak yang dikorupsi

Tubuh Ibu pertiwi sudah diperkosa-kosa sampai koyak moyak

Bagaimana mereka di hari berikutnya

Entrahlah,

Serahkan saja pada rumput yang bergoyang.

Tentang Mereka Anak Desa

Posted in Puisi on September 25, 2008 by joemardipoetra

Oleh: Joemardi Poetra

Mereka tertawa

Mereka tersenyum malu

sembari membuka halaman demi halaman buku

entah apa isi di dalamnya

Ada harapan besar dalam diri mereka

Baca selebihnya »

Kabar dari Rumah Baca Pintar Jambi

Posted in Rumah Baca Pintar on September 25, 2008 by joemardipoetra

Rumah Baca Pintar dalam Potret

Anak-anak sedang membaca buku. Setiap hari, sekitar 10-15 orang mendatangi Rumah Baca Pintar, guna membaca buku menjelang beduk maghrib menyapa.

Coba Lihat, ada harapan cerah yang ingin mereka genggam di hari esok..

Mari kita tingkatkan budaya gemar membaca mulai dari desa

Buku adalah Gizi

Kabar Dari Rumah Baca Pintar Jambi

Posted in Rumah Baca Pintar on September 25, 2008 by joemardipoetra

Minta Pertimbangan dari  Perangkat Desa

Hari minggu jam 15.00, (21/09/08) bertempat di rumah jumardi Putra, dusun Tanjung Mahligai, RT 03, RW 02, sejumlah pemuda desa empelu mengadakan pertemuan guna membahas permasalahan pembangunan perpustakaan Rumah Baca Pintar. Hasil dari pertemuan tersebut adalah terbentuknya pengurus harian serta mengadakan audiensi dengan pihak perangkat desa guna meminta pertimbangan  dan persetujuan.

Pengurus Perpustakaan Rumah Baca Pintar

Dewan Penasehat : Syahidan, S.Pdi, Haris.

Ketua : Heri Lasadid

Wakil Ketua : Judesmanto

Sekretaris : Diana

Bendahara : Mirna

Anggota   : Ade, Juparno Hatta, Aryanto

Lokasi Perpustakaan:

Dusun Tanjung Mahligai, RT 03, RW 02, Desa Empelu, Kec. tanah Sepenggal, Kab, Muara Bungo-Jambi

Suratku Untuk Desaku

Posted in Opini on September 25, 2008 by joemardipoetra

Kehendak Untuk Berubah

Oleh: Joemardi Poetra

Bersatu menerjang ego untuk merebut keyakinan tentang perubahan bagi sebuah peradaban yang tertata rapi untuk banyak orang. Sudah terlalu lama aku dan mereka tidur lelap di bawah paksaan jajahan (kapitalisme) secara sistematis, baik langsung maupun tidak (direct or indirect). Sudah saatnya aku dan mereka menjadi tamu untuk rumahnya sendiri. Tidak ada orang lain untuk memimpin secara sepihak, tidak ada orang lain tertawa di atas kesedihan sebagian orang yang tidak berkesudahan. Itulah keyakinan bersama yang bakal kami pegang.

Bersatu meretas individualisme untuk melebur ke dalam goa kolektivisme, berseru untuk bersatu menjemput api revolusi yang selama ini berdiam diri di tengah rumah kosong yang jauh dari keinginan banyak orang tentang idealnya sebuah bangsa bagi masyarakatnya. Tidak untuk mengatakan tunduk di bawah jajahan, dan tidak untuk tertawa terbahak-bahak di tengah angka kemiskinan kian bertambah. Semua harus peduli menjemput perubahan. Desa adalah miniatur sebuah bangsa. Apabila desa dalam keadaan sakit, maka bangsa pun sama halnya. Tidak ada yang patut kita banggakan, ketika masih banyak orang yang tidak bisa tertawa sejenak untuk menikmati titipan hidup oleh Tuhan yang Maha Esa.

Jangan menjadi bangsa yang gemar bertepuk tangan, ketika manusia-manusia di dalamnya tidak bisa melakukan apa-apa. “Jangankan untuk menikmati fasilitas kekayaan yang tumbuh subur di negeri ibu pertiwi ini, sekedar untuk bertahan satu hari saja, memerlukan kesungguhan yang luar biasa,” gumamku membatin

Kita bisa melihat betapa banyak dari anak-anak di bawah umur mengisi hari-harinya di bawah lampu merah, kematian adalah harga mahal yang harus mereka jual.

Inikah kita di negeri yang katanya kaya, namun miskin sesungguhnya.

  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Juparno Hatta
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    joemardipoetra di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    susilo w di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    joemardipoetra di Mari Menulis, Esai Sastra
    rista anggarani di Mari Menulis, Esai Sastra
    eka putra di Mari Menulis, Esai Sastra
    defri di Mari Menulis, Esai Sastra
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    arifudin di Huruf-Huruf yang Hidup
    Agus Setiyawan di ETOS KERJA ADALAH JAMINAN
    ading di Huruf-Huruf yang Hidup
    Sugeng Riyadi Syamsu… di Bersatulah Mahasiswa Jambi…
    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita