Menjadi Indonesia
Bersimbah peluh di ujung siang
Bertekuk lutut di ujung malam
Berduyun-duyun memanjat harap
Menjemput janji perubahan
Untuk seutas tali kepastian
Untuk sejumpun kerinduan yang tertunda
Baca selebihnya »
Menjadi Indonesia
Bersimbah peluh di ujung siang
Bertekuk lutut di ujung malam
Berduyun-duyun memanjat harap
Menjemput janji perubahan
Untuk seutas tali kepastian
Untuk sejumpun kerinduan yang tertunda
Baca selebihnya »
Pram, kau telah pergi
Diiringi dengan lagu perjuangan
Selamat jalan Pram
Dan selamat datang di ibukota keabadian.
Kami pun bakal menyusul setelahmu
Entah hari ini, esok, lusa atau kapan
Bagimu, kehidupan memiliki tugas nasional
Apapun bentuknya,
akhirnya adalah kemerdekaan
dalam pengertian yang susungguhnya
Oleh: Joemardi Poetra
Jauh sebelum pemilu digelar, Amien Rais tak henti-hentinya melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah SBY-JK, terutama soal kenaikan harga BBM dan rencana penjualan aset stategis negara. Belum lagi soal kemiskinan, pengangguran dan lapangan kerja yang belum teratasi.
Namun, setelah melihat peluang SBY bakal menang pada pemilu ini, tanpa tedeng aling-aling Amien Rais menganjurkan Partai Amanat Nasional (PAN) merapat ke demokrat, partainya SBY. “Berkoalisi dengan the losing side, bukan the winning side, itu sebuah kemubaziran”, ungkapnya di depan para wartawan.
Oleh: Joemardi Poetra
Tahun 1993, terjadi sebuah peristiwa bersejarah dimana Marsinah, seorang buruh pabrik Jam di Sidoarjo, menjadi penyulut heroisme kaum buruh untuk berani menuntut segala hak mereka yang tidak dipenuhi oleh pengusaha. Ulah keberaniannya menentang refresifitas militer Orde Baru dan pengusaha, ia meregang nyawa.
Sontak, kepergiannya mengilhami semangat juang bagi seluruh kaum buruh nusantara agar selalu melawan segala bentuk kelaliman yang terjadi dalam dunia perburuhan saat ini.
Oleh: Joemardi Poetra
Dalam perkembangannya, sistem multipartai menjadi pilihan alternatif sebagai jawaban atas persoalan perlunya membangun dan memperluas sebanyak mungkin wadah aspirasi politik yang dipandang akan membentuk kepemerintahan yang demokratis.
Namun, pasca reformasi hingga kini, demokrasi Indonesia dengan sistem multipartai belum membawa perubahan secara total bagi pengelolaan tata pemerintahan yang efektif dan efisien. Buktinya, jumlah partai yang banyak tidak berbanding lurus dengan perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia.