Aku rindu suara lantangmu
Keindahan bukan hanya datang dari kepiawaianmu
dalam meramu anak kata-kata
Aku rindu aksi panggungmu
Ketegasan bukan hanya datang dari tegap
dan gemulai batang tubuhmu yang serba terencana
Aku rindu sapaan nakalmu
Karena kami cepat lupa tentang si liyan
Kepergianmu yang abadi
Meninggalkan jejak langkah cita-cita
Merdeka, hukum yang adil adalah
sarana menuju sesuatu yang diharapkan sekaligus menjanjikan.
Kau guru, kata mereka
Kau bebas berbicara, ungkap si dia
Kau musuh, kilah kaum otoritarian
Kau penyulup api..
Terang-benderang
Sebagai penerang jalan yang kabut gelap
Penuh dengan ketidakpastian
Aku butuh huruf-hurufmu yang hidup
Menorobos relung hati yang kadung gelap, dan mati..
“kehidupan adalah tempat untuk dipikirkan,
tidak boleh terpisah darinya, apa pun itu..
Aku menatap photo gagahmu
Ya..hidup harus berlanjut
Kemerdekaan harus dijemput
Daulat rakyat dan hukum harus dipastikan..
Selamat Jalan Wahyu Sulaiman (WS Rendra)
Tenang lah engkau di haribaa-Nya.
Dalam diam aku belajar padamu
Joemardi Poetra; 11/08/09

http://joemardipoetra.co.cc


copy script di bawah ini dan paste-kan di widget text/html blog Anda:

