Arsip untuk Agustus, 2009

Huruf-Huruf yang Hidup

Posted in Opini on Agustus 7, 2009 by joemardipoetra

Aku rindu suara lantangmu
Keindahan bukan hanya datang dari kepiawaianmu
dalam meramu anak kata-kata
Aku rindu aksi panggungmu
Ketegasan bukan hanya datang dari tegap
dan gemulai batang tubuhmu yang serba terencana
Aku rindu sapaan nakalmu
Karena kami cepat lupa tentang si liyan
Kepergianmu yang abadi
Meninggalkan jejak langkah cita-cita
Merdeka, hukum yang adil adalah
sarana menuju sesuatu yang diharapkan sekaligus menjanjikan.
Kau guru, kata mereka
Kau bebas berbicara, ungkap si dia
Kau musuh, kilah kaum otoritarian
Kau penyulup api..
Terang-benderang
Sebagai penerang jalan yang kabut gelap
Penuh dengan ketidakpastian
Aku butuh huruf-hurufmu yang hidup
Menorobos relung hati yang kadung gelap, dan mati..
“kehidupan adalah tempat untuk dipikirkan,
tidak boleh terpisah darinya, apa pun itu..
Aku menatap photo gagahmu
Ya..hidup harus berlanjut
Kemerdekaan harus dijemput
Daulat rakyat dan hukum harus dipastikan..
Selamat Jalan Wahyu Sulaiman (WS Rendra)
Tenang lah engkau di haribaa-Nya.
Dalam diam aku belajar padamu

Joemardi Poetra; 11/08/09

Matikan Televisi Anda, itu lebih baik

Posted in Uncategorized on Agustus 3, 2009 by joemardipoetra

Bertubi-tubi kita disuguhkan oleh drama kehidupan yang tak asli. Penuh rekayasa dan dramatisasi yang tak masuk akal. Kita sedang tertidur lelap dalam garis sejarah kesimpangsiuran. garis di mana gamang menentukan kebenaran. garis di mana menaruh perhatian pada keterpukauan. garis di mana akal sehat dijungkir balikkan. garis di mana senang memperolok pribadi yang tak salah, dan garis di mana gemar mengelu-elukan sang penyulup kecemasan. Pada akhirnya, demokrasi hanya sorak-orai perayaan uang dan pemberhalaan hasrat yang tak terpuaskan. Mungkin ke depan gara-gara tontonan yang cenderung membodohkan Indonesia adalah komunitas yang tetap terbayangkan karena tidak pernah bisa menemukan autentisitasnya sebagai negara dan bangsa. Merdeka tak lebih dari izin untuk poya-paya bagi mereka yang berpunya. Merdeka tak lebih dari pemberlakuan pembodohan secara massal. Matikan saja Televisi anda karena hanya mengajarkan kita ‘termehek-mehek’ Ketimbang menjadi pribadi yang rasional dan berkarakter tangguh.

Joemardipoetra, 1 Agustus 09

  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Juparno Hatta
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    veroonika di Mari Menulis, Esai Sastra
    joemardipoetra di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    susilo w di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    joemardipoetra di Mari Menulis, Esai Sastra
    rista anggarani di Mari Menulis, Esai Sastra
    eka putra di Mari Menulis, Esai Sastra
    defri di Mari Menulis, Esai Sastra
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    arifudin di Huruf-Huruf yang Hidup
    Agus Setiyawan di ETOS KERJA ADALAH JAMINAN
    ading di Huruf-Huruf yang Hidup
    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita