Arsip untuk Oktober, 2009

Malu Aku jadi orang Jambi, Bila…,

Posted in Opini on Oktober 29, 2009 by joemardipoetra

Saatnya Kita Bangkit Bersama

Pelajaran yang harus diambil dari sejarah terbentuknya negeri ini adalah bagaimana mengorganisasikan ide-ide luhur tentang kemerdekaan. Artinya, dari banyak organisasi pada masa pra kemerdekaan, seperti Jong Java, Jong Sumatra, dan Jong yang lain-lain adalah realisasi dari kehendak bersama tentang idealnya negara-bangsa.

Masih segar dalam ingatan, bagaimana butir-butir Sumpah Pemuda. Hal itu adalah pinanda ada kehendak merdeka dari segala macam bentuk penindasan saat itu. Mulanya adalah kesamaan bahasa, persatuan dan tujuan.

Baca selebihnya »

Kedatanganmu adalah Puisi

Posted in Puisi on Oktober 28, 2009 by joemardipoetra

Kawan,

Kedatangamu adalah puisi

Sebuah rangkaian anak kata-kata yang hidup dan nyata

Di dalam kenyataan selalu termuat harapan dan optimisme

Kawan,

Jabat tangan di antara Kita yang barusan saja

adalah muasal cita-cita yang bisa dipertanggungjawabkan

tentang hari depan kampung halaman masing-masing

Baca selebihnya »

AKU, KITA dan JAMBI

Posted in Khobar, Opini on Oktober 24, 2009 by joemardipoetra

“Bulat Aek oleh pembuluh, Bulat kato oleh mufakat”

Jambi sebagai Kita adalah kesadaran bersama untuk menghargai masa lalu,melayani masa kini dan bertanggung jawab terhadap masa depan. Jambi sebagai Kita adalah masa depan yang terus memberi kita kesempatan untuk berharap bahwa hari esok tetap cerah dan damai.

Siapa Pemilik Jambi

Jambi adalah sebuah provinsi (terbentuk tahun 1958) yang menjadi hak siapa saja; milik siapa saja sekaligus bukan milik siapa-siapa. Lebih dari itu, Jambi adalah wilayah terbuka tempat ketegangan dan harmoni terjadi bersamaan, tempat kebebasan sekaligus keterikatan menjadi penentu perilaku, tempat ketegangan dan tawar menawar sama-sama punya peran. Artinya kepemilikan Jambi adalah paradoks. Kenapa, karena ia berasal dari watak utamanya: percampuran, keberagaman, dan keberadaban.

Kita bisa menganalogkan Jambi dengan Diri manusia; sebuah identitas yang berkembang terus melalui identifikasi dalam dunia bersama. Jambi, seperti juga Diri, adalah sebuah ambivalensi. Ia adalah sebuah identitas, sesuatu yang tetap, jelas batasnya dan selalu sama. Tetapi ia berkembang terus. Orang-orang datang dan pergi, dan seterusnya.

Baca selebihnya »

JAMBI DENGAN SEGALA PERSOALANNYA

Posted in Opini on Oktober 22, 2009 by joemardipoetra

Kebudayaan adalah jembatan yang menyediakan arah ke berbagai tujuan. Tak jarang, segala bentuk persoalan di permukaan selalu terwakilkan oleh kebudayaan sebagai bentuk respon atas hal itu.

Di sinilah, kebudayaan memiliki nilai yang terlibat pada pokok persoalan kehidupan. Di samping itu, apa pun kebudayaan yang menjadi identitas sebuah kelompok sosial, tetap ia bisa diziarahi oleh siapa pun dengan segala macam latar belakang. Karena kebudayaan tidak sebatas tumpukan fakta sejarah masa lalu. Ia adalah sebuah pelajaran yang patut menjadi pedoman. Dalam bahasa lain disebutkan, kebudayaan bersifat universal.

Dalam hal ini, kebudayaan menjadi lahan strategis untuk menemukan paradigma konseptual tentang sesuatu hal yang dicita-citakan. Tak terkecuali bagi kebangunan provinsi Jambi, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca selebihnya »

Rendra: Tak Pernah Pergi

Posted in Puisi on Oktober 12, 2009 by joemardipoetra

Rendra tak pernah pergi.

Lihat gerak lajunya

meyakinkan dan penuh energi.

Menjinjing sesuatu yang diharapkan

berarti untuk negeri ini..

Ia telah berbuat untuk itu..

Lihat matanya, tajam penuh harap

memecah belah kabut gelap.

Sebuh pelajaran dan tuntunan bagi anak negeri..

Mas Willy, walaupun rasa kehilangan ini tak kuasa ditahan,

tapi itu adalah kado terindah buat orang semacammu,

agar kami paham bahwa sejarah memiliki generasi

dan semangat zamannya sendiri-sendiri.

(joemardipoetra/12/10)

rendra

Silat Huruf

Posted in Uncategorized on Oktober 11, 2009 by joemardipoetra

” Kawan. Simpanlah sesuatu ini sebagai kebanggaan pribadi. Karena memang itu bukan untuk diperdagangkan. Bukan untuk diceritakan ke muka umum. Walaupun toh diketahui, itu hanya persoalan keteingsut dalam sebuah zaman yang kita tak bakal tahu kapan hal itu terjadi..”

” Ketuhanan yang Maha Esa..itu telah longsor..membelah jiwa dan menemui seluk-beluk ego yang dangkal..kemanusiaan yang
adil dan beradab hanya untaian tahlil yang kosong dan tidak membuat ‘Mustad’afin’ naik kelas menuju taraf hidup yang a…gak lebih dari sebelumnya..Sila berikutnya..silahkan diteruskan oleh siapa saja..karena ini adalah undang-undang kehidupan negara indonesia..”

” Aku melihat dagu yang termangu itu masih menaruh harap..matanya melotot kosong.namun diam-diam juga berharap..badan kurus itu juga lunglai di bawah pohon nan rindang.aku berhenti dan bertanya..dia lansung menjawab: aku belum makan..kilahku di sanubari….seketika..dia ingin hidup, sebagai penghargaan atas titipan Ilahi.entah kenapa penghargaanya di tengah ketidakpunyaan tak juga di dengar manusia berpunya..”
” Kenapa terlalu banyak orang berandai..kenapa terlalu sedikit mengatakan begini saja dan ayo dilakukan..”

” Semua telah terjadi..tersadarkan..bumi yang kita injak menyimpan bahaya yang harus dikenal dengan baik hati..”

” Serumpun harap aku tanam dalam-dalam. Menyibak celah hari esok.. Tunggang langgang adalah laku yang harus ditempuh Kendati tertatih-tatih. Selamat jalan sore..aku bakal menjemput malam. Esok kita kembali bersua. Pada titik yang sama sebuah ruang harapan..”

” Memori itu kian terurai panjang
Sampai aku tak kuasa lagi membatasi
Panjang dan sungguh banyak pernah-pernik di dalamnya
Hari-hari yang lewat adalah gundukan peristiwa istimewa
Keindahan dan kesedihan adalah pinanda
bahwa aku masih hidup di bawah atap langit.”

joemardipoetra
05/10/09

  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Juparno Hatta
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    joemardipoetra di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    susilo w di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    joemardipoetra di Mari Menulis, Esai Sastra
    rista anggarani di Mari Menulis, Esai Sastra
    eka putra di Mari Menulis, Esai Sastra
    defri di Mari Menulis, Esai Sastra
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    arifudin di Huruf-Huruf yang Hidup
    Agus Setiyawan di ETOS KERJA ADALAH JAMINAN
    ading di Huruf-Huruf yang Hidup
    Sugeng Riyadi Syamsu… di Bersatulah Mahasiswa Jambi…
    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita