Oleh: Joemardi Poetra
Ibu, engkau selalu kukenang dalam setiap denyut nadi. Bapak, engkau selalu ku kenang pula. Menyertai dua adikku pun sama. Mereka semua adalah pilar kehidupanku manakala bergerak dan menentukan arah kehidupan di hari yang akan datang. Kondisi kehidupan keluarga yang serba sederhana adalah realitas jelang tutup hari kelak. Jalan terjal dalam kehidupan, baik yang mereka rasakan di kampung halaman atau pun saya di sebuah kota di pulau jawa menjadi bahan cerita khusus ketika berjumpa. Singkat kata, seperti nasehat bapak kepadaku sebelum meninggalkan kampung halaman; ringan sama di jinjing dan berat sama dipikul. Begitu indah kehidupan jikalau segala sesuatu diselesaikan secara bebarengan.
Di ujung malam, kami selalu berjumpa dan duduk bersama di bawah terangnya cahaya Bulan. “Tuhan begitu indah fasilitas kehidupan yang Engkau berikan pada makhlukmu”, begitulah bisik kami satu sama lain. Dalam malam tak ada kegelapan, yang ada hanyalah ketenangan yang menghadirkan celah terang. Bersatu dalam malam dan bersatu dalam kebahagiaan. Terpisah oleh pulau, jawa-sumatra, tak membuat jarak jauh begitu terasa. Di ujung malam, mereka selalu menyertai tidurku di sebuah gubuk yang amat sederhana. Di samping itu, tak ketinggalan sahabat hidup, buku dan koran yang tak tersusun rapi pun menjadi teman setia sembari menjemput sang fajar.



http://joemardipoetra.co.cc


copy script di bawah ini dan paste-kan di widget text/html blog Anda:

