Arsip untuk Cerpen kategori

Ruang Rindu di Ujung Malam

Posted in Cerpen on Februari 22, 2009 by joemardipoetra

Oleh: Joemardi Poetra

images4Ibu, engkau selalu kukenang dalam setiap denyut nadi. Bapak, engkau selalu ku kenang pula. Menyertai dua adikku pun sama. Mereka semua adalah pilar kehidupanku manakala bergerak dan menentukan arah kehidupan di hari yang akan datang. Kondisi kehidupan keluarga yang serba sederhana adalah realitas jelang tutup hari kelak. Jalan terjal dalam kehidupan, baik yang mereka rasakan di kampung halaman atau pun saya di sebuah kota di pulau jawa menjadi bahan cerita khusus ketika berjumpa. Singkat kata, seperti nasehat bapak kepadaku sebelum meninggalkan kampung halaman; ringan sama di jinjing dan berat sama dipikul. Begitu indah kehidupan jikalau segala sesuatu diselesaikan secara bebarengan.

Di ujung malam, kami selalu berjumpa dan duduk bersama di bawah terangnya cahaya Bulan. “Tuhan begitu indah fasilitas kehidupan yang Engkau berikan pada makhlukmu”, begitulah bisik kami satu sama lain. Dalam malam tak ada kegelapan, yang ada hanyalah ketenangan yang menghadirkan celah terang. Bersatu dalam malam dan bersatu dalam kebahagiaan. Terpisah oleh pulau, jawa-sumatra, tak membuat jarak jauh begitu terasa. Di ujung malam, mereka selalu menyertai tidurku di sebuah gubuk yang amat sederhana. Di samping itu, tak ketinggalan sahabat hidup, buku dan koran yang tak tersusun rapi pun menjadi teman setia sembari menjemput sang fajar.

Baca selebihnya »

Sebuah Cerpen

Posted in Cerpen on Desember 23, 2008 by joemardipoetra

LAYAKNYA BAPAK BANGSA, KITA BUTUH SOSOKNYA

Oleh: Joemardi Poetra

Akhir-akhir ini, suasana tidak seindah layaknya hari-hari biasa, penuh dengan amarah dan uraian air mata. Di samping itu, tidak satu pun yang berbicara, melainkan kebulan asap rokok dari para anggota post struktur yang menandakan suasana memang sedang tidak bersahabat. Begitulah kondisi rapat strategis organisasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Resstensia di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tak dinyana, dengan volume suara yang agak menyentak, Wulan mengatakan, kalau rapat seperti ini terus lebih baik bubar saja dan masih banyak pekerjaan lain daripada ini. “Diam itu tidak sakral lagi bung,” lanjutnya sembari mengatakan, ma’af kalau terlalu kasar. “Ah dasar cah cilik, marah kok enggak nyambung,” timpal Gilang dengan nada rendah. Suasana pun sedikit cair, seperti air sungai yang hendak berpergian ke hilir, tapi ditahan oleh setumpukan beraneka ragam sampah. Ada plastik, kaleng sarden, dan masih banyak sampah lainnya.

Baca selebihnya »

Tangga Demokrasi, SeTahun Silam

Posted in Cerpen on April 6, 2008 by joemardipoetra

Oleh: Joemardi Poetra

Lilu, itulah rasa ketika runtuhan mulai berjatuhan satu persatu oleh ganasnya terjangan mesin traktor. Memoriku lansung teringat ketika setahun silam aku melihat disana ada jutaan manusia yang mengatasnamakan bagian dari masyarakat penggusuran, masyarakat anti penindasan (greesroot) dan masyarakat cinta keadilan dan kesejahteraan.
Terasa berat hendak melangkah menuju tujuan dari awal pemberangkatanku dari kost. Aku tak tega melihat reruntuhan bangunan yang banyak mengungkap misteri gelap kehidupan. Aku malu hanya bisa melihat dan tak bisa berbuat sekuat tenaga untuk memberhentikannya, karena memang sudah hancur. Ingin aku memaki yang membawa kontraktor, tapi aku juga berpikir mereka bagian dari masyarakat yang hanya menjalan perintah atasan, ingin rasanya aku mengadu kepada kawan-kawan yang ada di sampingku, tetapi mereka seakan-akan membiarkan peristiwa itu dan seakan-akan merestuinya, apakah mereka tidak mengenal Baca selebihnya »

JUJUR DALAM KETIDAKJUJURAN

Posted in Cerpen on April 5, 2008 by joemardipoetra

Oleh: Joemardi Poetra

Pagi itu tiba seperti biasa, memanggil tubuh kurusku lewat merdunya suara adzan subuh. Ditambah kokok ayam jantan menyapa pagi tiba. Mataku lansung menuju jam weker yang sengaja ku letakkan disamping sofa kala itu. Ternyata sudah pukul 08.00 pagi. Bergegas usapkan mata dan menuju meja yang tersedia makanan sisa. Apa mau di kata keseharianku hanya sebatang kara tanpa siapa-siapa kecuali di temani oleh tumpukan buku yang tak lagi kubaca. Kotor dan penuh dengan tempelan-tempelan koran menjadi potret surga “dunia”ku kala itu.
Pukul 09.00 sebentar tiba lewat gerak jarum panjang jam dinding, dan aku teringat nanti ada unjuk rasa besar-besaran di Malioboro. Sudah lama rasa hati ini meminta diriku untuk mencoba turun jalan bersama masyarakat dan berteriak sekeras mungkin untuk menolak apa saja yang membuat hidup orang banyak sengsara.
Baca selebihnya »

SEBUAH CERPEN

Posted in Cerpen on Maret 20, 2008 by joemardipoetra

PERGI SEMENTARA,
KEMBALI UNTUK SELAMANYA

Oleh: Joemardi Poetra
Aku sombong. Tak pernah merelakan waktuku untuk wanita
Tetapi ternyata aku. Kini luluh dan rapuh karena dirimu
Dan kini ternyata aku. Di mabuk cinta karena dirimu
Oh.. mengapa baru kini kurasakan. Rindu dan cemburu yang menggebu
Coolman, itulah julukan yang di berikan oleh temen-temennya terhadap Ahmad. Tak pernah dan tak ingin tahu tentang seorang perempuan, menjadi ke-khasan seorang Ahmad di bandingkan dengan temen-temen yang lainnya, di samping sikapnya yang begitu penyabar, murah senyum, dan pendiam. Kesibukannya seakan-akan membuat dunia ini terasa begitu sempit dan hanya di huni oleh jenis makhluk yang sama (laki-laki). Namun seiring roda zaman terus berputar, dan ketika perubahan menerpa setiap insan bernyawa, dia pun tak mampu mengelaknya.
Tepat 15 Agustus 2003, bertempat di rumahnya Erna. Menjadi hari bersejarah bagi semuanya, tak terkecuali baginya. karena hari itu adalah awal perubahan yang akan datang dalam hidupnya, sekaligus hari perpisahan angkatannya, setelah menjalani kursus Bahasa Inggris di sebuah lembaga Bahasa Asing selama enam bulan. Sehari sebelumnya, ketika Coolman hendak pergi ke tempat kursus untuk ikut rapat parewel party . Dia bertemu dengan sahabat Atik yang sedang menunggu mobil di depan Asramanya, mereka pun saling menyapa dan ngobrol sejenak.
Tak ada angin, hujan, maupun tak ada kabar dari langit. Di sela obrolan mereka. Tampak seorang gadis berwajah jelita, bibir halus menawan, dan rambut terurai oleh terpaan angin sepoi-sepoi hendak menghampirinya, ternyata ia teman akrabnya Atik. Mereka pun jatuh dalam kegembiraan, karena sudah lama enggak ketemu. Sedangkan Coolman tak berkata apa-apa kecuali melotot dan menarik nafas panjang-panjang. “wow.. Cakep habis,” itulah kata hatinya. Dia pun di kanalin ama bidadari itu.
Baca selebihnya »

Sebuah Cerpen

Posted in Cerpen on Maret 11, 2008 by joemardipoetra
Ketika Ia harus Pergi
Oleh; Joemardi Poetra
Malam itu terasa amat berbeda, angin tak lagi menampakkan kelembutannya melainkan kegarangganya dalam mengisi musim hujan tiba, begitu juga dengan hujan tak lagi menjadi curahan kenikmatan bagi setiap insan di kala musim kemarau menyapa, tapi hanya menjadi ancaman yang merenggut korban belaka, begitulah yang terjadi dengan Anton waktu itu, ketika persoalan yang ia hadapi semua tak masuk akal namun tetap menusuk ulu hati sehingga terasa begitu pedih layaknya kulit terkena goresan silet bahkan akan selalu teringat dalam buku memorinya.
***
Siang itu, sekitar jam 12.30. Anton dan kekasihnya Yeni masih sempat bergurau dan tawa canda layaknya kakak adik yang sudah lama tak berjumpa. Begitulah cerminan kisah hidup mesranya bersama bunga desa, yeni. Kerinduan selalu membuat mereka tampak seperti sepasang merpati yang beterbangan mengitari kanvas alam yang terletak di atas kepala setiap insan. Akan tetapi tepat pukul 15.00 ia mendapat sms dari sahabat yeni, kebetulan satu kost dengannya di sekitar kampus UIN. “Anton, kamu ke Rumah Sakit Dr Soetomo sekarang juga, penting karena Yeni sekarang di rawat” itulah bunyi sms tersebut.
Waktu itu anton masih disibukkan oleh kerja rutinnya sebagai pedagang buku di pinggir kampus. “Aku bingung, padahal daganganku belum ada yang beli”, kilahnya pada penjual lainnya. Akhirnya ia pun menitipkan pada tukang dagang Es Degan untuk menjaga selama masih di rumah sakit.
Baca selebihnya »
  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Juparno Hatta
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    joemardipoetra di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    susilo w di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    joemardipoetra di Mari Menulis, Esai Sastra
    rista anggarani di Mari Menulis, Esai Sastra
    eka putra di Mari Menulis, Esai Sastra
    defri di Mari Menulis, Esai Sastra
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    arifudin di Huruf-Huruf yang Hidup
    Agus Setiyawan di ETOS KERJA ADALAH JAMINAN
    ading di Huruf-Huruf yang Hidup
    Sugeng Riyadi Syamsu… di Bersatulah Mahasiswa Jambi…
    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita