“Bulat Aek oleh pembuluh, Bulat kato oleh mufakat”
Jambi sebagai Kita adalah kesadaran bersama untuk menghargai masa lalu,melayani masa kini dan bertanggung jawab terhadap masa depan. Jambi sebagai Kita adalah masa depan yang terus memberi kita kesempatan untuk berharap bahwa hari esok tetap cerah dan damai.
Siapa Pemilik Jambi
Jambi adalah sebuah provinsi (terbentuk tahun 1958) yang menjadi hak siapa saja; milik siapa saja sekaligus bukan milik siapa-siapa. Lebih dari itu, Jambi adalah wilayah terbuka tempat ketegangan dan harmoni terjadi bersamaan, tempat kebebasan sekaligus keterikatan menjadi penentu perilaku, tempat ketegangan dan tawar menawar sama-sama punya peran. Artinya kepemilikan Jambi adalah paradoks. Kenapa, karena ia berasal dari watak utamanya: percampuran, keberagaman, dan keberadaban.
Kita bisa menganalogkan Jambi dengan Diri manusia; sebuah identitas yang berkembang terus melalui identifikasi dalam dunia bersama. Jambi, seperti juga Diri, adalah sebuah ambivalensi. Ia adalah sebuah identitas, sesuatu yang tetap, jelas batasnya dan selalu sama. Tetapi ia berkembang terus. Orang-orang datang dan pergi, dan seterusnya.
Perubahan-, kata itu bagian dari kehendak sejarah, yang di dalamnya menghendaki unsur dinamis, dialektis dan emansipatoris. Tidak ada hal yang sama persis dalam setiap jenjang waktu berlalu, semakin cepat, kian cepat pula perubahan itu terjadi. Entah perubahan berujung pada perbaikan fundamen atau sebaliknya, sekedar ikut-ikut berubah, tanpa ada satu pertimbangan yang kritis-konstruktif, terlebih bagi kebangunan sebuah ide atu gagasan bahkan tata nilai yang hendak ditawarkan pada dunia baru. Pendek kata, perubahan itu harus datang dan terjadi.

http://joemardipoetra.co.cc


copy script di bawah ini dan paste-kan di widget text/html blog Anda:

