Arsip untuk Refleksia kategori

RERVOLUSI PEMUDA DALAM CATATAN RINGKASKU

Posted in Refleksia on April 6, 2008 by joemardipoetra

Oleh : Joemardi Poetra

Terminologi Pemuda
Pemuda adalah kata-kata yang di takuti oleh sekutu, jiwa dan semangat patriotisemnya yang kuat tak tertandingi, pemuda sendiri merih kedudukan sendiri di mata budaya parang Jawa Tradisonal.
Propaganda yang dilakukan oleh Pemuda dan Jepang, pembentukan sejumlah Organisasi, membantu membangkit kesadaran para pemuda jawa terumta untuk melawan segala bentuk penindasan.
Pemuda meruapakn pejuang yang otonom dengan masyarakat tradisional memlalui penentangan yang sistematis. Peran pesantren pu mempunyai andil dalam membangun karangka ideal( kebiasaan untuk bersemangat)
Pada tahun 1940-an ada 5 juta pemuda di pulau Jawa desangan rata-rata umut 15-19 th. Bahkan sekita 1.789 pelajar yang dapat sekolah dalam pendidikan varat, ditamabh dengan 637 mahisiswa, hal tersebuttidak terlepas dari politik koservatif yaitu untuk mendapatkan stabilitas keamanan.
Pemuda bangkita tas naman iedologi Nasionalisme, seperti soekarno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia)
Baca selebihnya »

ATAS NAMA TUHAN

Posted in Refleksia on Maret 20, 2008 by joemardipoetra

Oleh: Joemardi Poetra

Pembunuhan, kekerasan serta diskriminasasi dalam bentuk apapun justru menjadi obyektivikasi dari sebuah pertarungan baru masyarakt modern yang tak pernah usai, yakni mempertentang kebenaran dalam beragam kepercayaan.
Pemubunuhan, pertengkaran, merupakan ciri dari masyarakat primitif yang selau dicela kerena keterbelakangannya oleh manusia modern, tapi justru saat ini ulah tersebut kian menjadi tingkah laku baru, yang dipadu dengan kematangan konsep serta strategi jitu untuk melansungkan praktek pembusukan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dijunjung tinggi oleh siapapun yang berlatarbelakang berbeda, tak terkecuali agama.
Di tengah kondisi masyarakat merasa kebingungan untuk bertahan hidup, justru terjadi konflik sosial yang tak berujung. Hampir setiap hari lahir tindakan-tindakan yang tidak mengindahkan nilai atau falsafah sebuah bangsa yang memposisikan kemanusiaan sebagai titik tolak sebuah peradaban yang makmur dan tentram.
Tak kuasa menahan tangis, melihat ratusan korban meninggal dunia tanpa dosa, anak kecil yang baru menghirup udara dunia harus rela kembali dengan tiket surganya, lantaran terkena percikan bom yang mencederai tubuh mungilnya, bahkan nenek tua yang mengadu nasib di tengah teriknya matahari ibu kota harus rela mati dengan bersimbah darah.
Baca selebihnya »

MEJA REDAKSI

Posted in Refleksia on Maret 20, 2008 by joemardipoetra

DERITA PEMRED DI MEJA REDAKSI

Oleh: Joemardi poetra

“ Piye, iki bung, Resistensia kok belum terbit-terbit?,” tanya Ahmad selaku Pimpinan Umum waktu itu. Tak ada jawaban tersirat di kepalaku kecuali mengajak dia berbicara topik lain. Namun karena ketegasannya membuatku menjawab seadanya. “Anu bung.., masalahnya sekarang, berita yang sudah ada di meja redaksi belum diedit dan masih mentah banget,” jawabku.
“Ya..itu kan kerjaanmu, emang apa kerjaanmu sekarang”, kilahnya sambil memimpin rapat. Hari itu memang aku melihat wajahnya tampak begitu serius, padahal se serius apapun selama ini, ia masih membungkusnya lewat senyum khasnya yang kadang kala membuat orang tertegun dan mengatakan “Asu…! Ha..ha… Terlepas dari itu semua, aku menyambut baik apa yang ia maskusd, karena ketegasan memang diperlukan bagi seorang pemimpin.
Baca selebihnya »

TELISIK

Posted in Refleksia on Maret 20, 2008 by joemardipoetra
Karena ‘Dia’*, jadi Berantakan.
(Refleksi Bersama: Kondisi Kelas Yang Bermasalah)
Oleh: Joemardi Poetra
Dua tahun telah berlalu, sudah kiranya membuat hubungan erat emosional antara individu-individu yang bijaksana menjadi sepotong tubuh yang sulit untuk di pisahkan, apabila satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainpun akan merasakan sakit pula. Namun sudi kiranya pula waktu yang relatif lama dalam kebersamaan (2th) belum terbukti keabsahan, ketika sebuah kebersamaan masih menyimpan segudang permasalahan, tak terkeculai PAI IV. Hal itu mungkin di sebabkan (salah satu indikator) di sebabkan oleh orang-orang yang selalu mengatakan bahwa aku tidak punya waktu untuk “bersama”, tapi aku hanya ada waktu untuk si “dia”.
Baca selebihnya »

GERBANG

Posted in Refleksia on Maret 13, 2008 by joemardipoetra

WAJAH ASRAMA, WAJAH KITA

Oleh: Joemardi Poetra

SIANG ITU, Rabu (19/12/07), bersama Padil dan Rudi, sengaja aku gerakkan tubuh ini mengitari setiap sudut kota Yogyakarta. Tak pelak, beberapa asrama pelajar daerah yang ada di Yogyakarta pun ku sambangi satu persatu bersama HP camera yang lumayan bagus untuk ukuran mahasiswa biasa. Asrama Palembang (Sumsel), Bali (Denpasar), Lampung, Kalimantan Tengah (Kalteng), Tanjung Jabung Timur dan Barat kudatangi semuanya.
Sederhana sekali maksud dari gawean tersebut. Pada awalnya, sekedar silaturrahmi sesama perantau yang jauh dari alamat asal. Namun dalam perjalanannya, memoriku seakan-akan digiring pada sebuah bangunan baru yang sampai saat ini sedang berjuang melawan kesepian, lantaran tak ada yang mau menghuni.
Rasa ingin tahu tentang pernak pernik bangunan asrama mereka pun menjadi keniscayaan untuk aku ambil satu persatu photonya. “Sekedar perbandingan,” gerutuku dalam hati. Mulai dari ukuran kamar, aula pertemuan, halaman yang cukup luas, serta tempat parkiran yang tertata rapi dan masih banyak fasilitas lainnya yang tak mungkin ku sebut satu persatu dalam tulisan yang serba terbatas ini.
Bagaimana dengan asrama baruku yang ada di Jalan DN III/717, Kec. Danurejan, Bausasran, Yogyakarta. Layakkah untuk ukuran sebuah bangunan organisasi, adakah aula pertemuan, etalase inventaris kesenian, ukuran kamar yang layak ditempati, halaman yang cukup luas serta bentuk bangunan yang mewakili kedaerahannya. Rasa penasaran pun mulai menyeruak dihatiku
Baca selebihnya »

SERAMBI DEPAN

Posted in Refleksia on Maret 13, 2008 by joemardipoetra

MAHALNYA SEBUAH HARAPAN
Oleh: Joemardi Poetra

Mari kita mempertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap. Dalam situasi demikian, perjuangan demi harapan berarti kesediaan untuk menanggalkan semua bentuk penistaan, rencana tak terpuji, dan ketidakpedulian. Kalau kita menanggalkan itu semua berarti kita membangkitkan dalam diri kita dan diri orang lain perlunya dan cita rasa harapan (Pedagogy of the Heart; Paulo Freire).
Setelah runtuhnya rezim diktatorian (Soeharto) oleh kekuatan massa (mahasiswa, negarawan, masyarakat), mungkin kita percaya bahwa nasib rakyat akan berubah menuju kondisi yang lebih baik.
Berharap pada partai politik yang tidak hanya memikirkan kepentingan-kepentingan konstituennya, berharap pada DPR pusat maupun DPRD untuk menyuarakan aspirasi rakyat, berharap pada kata “reformasi” untuk menjadi bahasa bersama bagi sebuah perubahan yang diimpikan, dan berharap lebih ketika otonomi daerah dimaknai secara arif bagi Pemerintah Daerah untuk memacu kinerja positif guna membangun daerahnya, bukan sebaliknya, sebagai ladang baru untuk berperilaku korup.
Sedari awal, 17 Agustus 1945, adalah hari kelahiran sesuatu yang diperjuangkan oleh para pemuda Indonesia dan sekaligus awal dari sebuah jalan panjang untuk mencapai tujuan itu sendiri, yakni bangsa yang merdeka di segala lini kehidupan (ekonomi, poltik, sosial, budaya dan pendidikan), bukan sebaliknya, seperti yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, yakni bangsa yang menjadi budak, budak diantara budak bagi bangsa-bangsa Indonesia.
Baca selebihnya »
  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Juparno Hatta
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    joemardipoetra di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    susilo w di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    joemardipoetra di Mari Menulis, Esai Sastra
    rista anggarani di Mari Menulis, Esai Sastra
    eka putra di Mari Menulis, Esai Sastra
    defri di Mari Menulis, Esai Sastra
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    arifudin di Huruf-Huruf yang Hidup
    Agus Setiyawan di ETOS KERJA ADALAH JAMINAN
    ading di Huruf-Huruf yang Hidup
    Sugeng Riyadi Syamsu… di Bersatulah Mahasiswa Jambi…
    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita