KEDAULATAN MAHASISWA UIN,
TERTATIH SAAT KAMPUS BERUBAH
Kebijakan kampus kian tak terkontrol mahasiswa. Gerakan mahasiswa di UIN sendiri tak kunjung bersikap.
Oleh: Joemardi Poetra
Berbagai peraturan baru di UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta saat ini banyak yang dinilai mahasiswa sangat mengecewakan. Sekedar menyebut contoh, penerapan kode etik dan tata tertib mahasiswa, surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan yang bermaterai, cuti paksa, dropt out (DO) sepihak, jam malam di kampus, absensi 75%, penggelembungan jadwal akademik, larangan beraktivitas di kantor organisasi kemahasiswaan. (ORMAWA) kala hari libur dan malam hari. Mahasiswa menilai, kebijakan-kebijakan itu membatasi kebebasan mahasiswa dalam mengekspresikan potensi dan peran mereka sebagai intelektual yang punya tanggung jawab sosial.
Yusri El-Kribo, ketua Keluarga Mahasiswa Pecinta Demokrasi (KMPD) mengatakan, posisi mahasiswa UIN saat ini menjadi subyek empuk yang disubordinasikan oleh rektorat. “Mahasiswa dipaksa untuk menjadi ‘anak baik’ yang tekun belajar supaya bisa berbakti kepada nusa dan bangsa. “Begitu kira-kira idiom yang sering dijejalkan pada mahasiswa dan lambat laun mahasiswa diformat hanya untuk mengonsumsi bukan lagi memproduksi,” lanjutnya.
Pemberlakuan Surat Keputusan (SK) Direktur Jendral Departemen Agama Republik Indonesia No Dj.1/253/2007, pada tanggal 9 Juli 2007, memperkuat tesis bahwa ada upaya menjinakkan daya kritis mahasiswa dengan mengarahkan aktivitas kampus pada ritual akademik yang profesioanl saja.


http://joemardipoetra.co.cc


copy script di bawah ini dan paste-kan di widget text/html blog Anda:

