Arsip untuk Sosok kategori

TOKOH

Posted in Sosok on Maret 22, 2008 by joemardipoetra
SOSOK HB JASSIN
Oleh Budi Darma
HB JASSIN dan Chairil Anwar lahir pada saat yang tepat, karena itu saling ketergantungan antara mereka kemudian berhasil memberi warna indah dalam perkembangan sastra kita. Seandainya mereka tidak muncul bersama pada tahun 1940-an dan 1950-an, warna perkembangan sastra kita mungkin akan berbeda. Tahun 1940-an dan 1950-an adalah tahun-tahun menjelang kemerdekaan dan pascaperang kemerdekaan, sehingga, dengan demikian, peran letupan-letupan intuisi dalam seni, khususnya sastra, menjadi sangat menonjol.
Mengenai letupan-letupan intuisi, lihatlah misalnya sajak-sajak Chairil Anwar. Memang benar sajak-sajak Chairil Anwar menawarkan kontemplasi, dan tentunya juga lahir dari kontemplasi, namun, sebagai produk, sajak-sajak Chairil Anwar muncul sebagai intuisi-intuisi pendek, yang lahir berkat impuls-impuls yang kuat. Sajak-sajak Chairil Anwar, pada dasarnya, mirip dengan lukisan-lukisan Affandi, dan juga mirip dengan lirik lagu-lagu Ismail Marzuki, yaitu lukisan dan lirik sebagai letupan intuisi.
Bahwa kemudian Chairil Anwar “ditemukan” oleh HB Jassin, dan kemudian ditasbihkan oleh HB Jassin, tidak lain terjadi juga karena tuntutan zaman. Kritik sastra HB Jassin terhadap Chairil Anwar memang sangat berbobot dan karena itu pantas menjadi monumen. Namun, pada dasarnya, kritik sastra HB Jassin lebih banyak dipicu oleh letupan-letupan intuisi, bukan oleh anasir-anasir lain. Karena itu pertemuan antara Chairil Anwar dengan HB Jassin benar-benar “klop.”

Baca selebihnya »

SASTRA DIANTARA KITA

Posted in Sosok on Maret 22, 2008 by joemardipoetra
BIODATA SASTRAWAN INDONESIA
1950-1999

Acep Zamzam Noor dilahirkan di Tasikmalaya, Jawa Barat, 28 Februari 1960. Alumnus Seni Rupa ITB ini melanjutkan studinya di Universita Italiana per Stranieri, Perugia, Italia. Puisi-puisinya tersebar di berbagai majalah dan surat kabar dalam dan luar negeri (Malaysia). Kumpulan puisinya yang sudah diterbitkan antara lain: Tamparlah Mukaku (1982), Aku Kini Doa (1986), Kasidah Sunyi (1989), Dari Kota Hujan (1996), Di Luar Kata (1997), Di Atas Umbria (1999). Selain itu karyanya dimuat pula dalam sejumlah antologi, seperti: Antologi Pesta Sastra Indonesia (1987), Tonggak 4 (1987; Linus Suryadi AG [ed.]), Ketika Kata Ketika Warna (1995).
Afrizal Malna dilahirkan di Jakarta, 7 Juni 1957. Selain tersebar di berbagai media massa, karya-karyanya dikumpulkan dalam: Abad yang Berlari (1984; mendapat pujian Dewan Juri Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta 1984), Mitos-mitos Kecemasan (1985), Yang Berdiam dalam Mikrofon (1990), Arsitektur Hujan (1996; memperoleh penghargaan dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud RI), Kalung dari Teman (1999), Sesuatu Indonesia (2000). Ia memberi pengantar sejumlah buku para sastrawan segenerasinya, seperti: Juniarso Ridwan, Made Wianta, Soni Farid Maulana, Kriapur, Jamal D. Rahman, Dorothea Rosa Herliany.
  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Juparno Hatta
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    joemardipoetra di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    susilo w di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    joemardipoetra di Mari Menulis, Esai Sastra
    rista anggarani di Mari Menulis, Esai Sastra
    eka putra di Mari Menulis, Esai Sastra
    defri di Mari Menulis, Esai Sastra
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    arifudin di Huruf-Huruf yang Hidup
    Agus Setiyawan di ETOS KERJA ADALAH JAMINAN
    ading di Huruf-Huruf yang Hidup
    Sugeng Riyadi Syamsu… di Bersatulah Mahasiswa Jambi…
    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita