Silat Huruf

Posted in Uncategorized on Oktober 11, 2009 by joemardipoetra

” Kawan. Simpanlah sesuatu ini sebagai kebanggaan pribadi. Karena memang itu bukan untuk diperdagangkan. Bukan untuk diceritakan ke muka umum. Walaupun toh diketahui, itu hanya persoalan keteingsut dalam sebuah zaman yang kita tak bakal tahu kapan hal itu terjadi..”

” Ketuhanan yang Maha Esa..itu telah longsor..membelah jiwa dan menemui seluk-beluk ego yang dangkal..kemanusiaan yang
adil dan beradab hanya untaian tahlil yang kosong dan tidak membuat ‘Mustad’afin’ naik kelas menuju taraf hidup yang a…gak lebih dari sebelumnya..Sila berikutnya..silahkan diteruskan oleh siapa saja..karena ini adalah undang-undang kehidupan negara indonesia..”

” Aku melihat dagu yang termangu itu masih menaruh harap..matanya melotot kosong.namun diam-diam juga berharap..badan kurus itu juga lunglai di bawah pohon nan rindang.aku berhenti dan bertanya..dia lansung menjawab: aku belum makan..kilahku di sanubari….seketika..dia ingin hidup, sebagai penghargaan atas titipan Ilahi.entah kenapa penghargaanya di tengah ketidakpunyaan tak juga di dengar manusia berpunya..”
” Kenapa terlalu banyak orang berandai..kenapa terlalu sedikit mengatakan begini saja dan ayo dilakukan..”

” Semua telah terjadi..tersadarkan..bumi yang kita injak menyimpan bahaya yang harus dikenal dengan baik hati..”

” Serumpun harap aku tanam dalam-dalam. Menyibak celah hari esok.. Tunggang langgang adalah laku yang harus ditempuh Kendati tertatih-tatih. Selamat jalan sore..aku bakal menjemput malam. Esok kita kembali bersua. Pada titik yang sama sebuah ruang harapan..”

” Memori itu kian terurai panjang
Sampai aku tak kuasa lagi membatasi
Panjang dan sungguh banyak pernah-pernik di dalamnya
Hari-hari yang lewat adalah gundukan peristiwa istimewa
Keindahan dan kesedihan adalah pinanda
bahwa aku masih hidup di bawah atap langit.”

joemardipoetra
05/10/09

Surat untuk Wakil Rakyat yang Baru

Posted in Puisi on Oktober 11, 2009 by joemardipoetra

Suratku untuk DPR yang Baru

Selamat datang di gedung kura-kura
Selamat datang dengan jas dan dasi kebeseranmu
Ingatlah
Apa yang kau janjikan sepanjang
masa kampanye waktu itu
Ayo..kini saatnya
Kerahkan pikiranmu..
Peraskan keringatmu..
Singsingkan bahumu
Eratkan ikat pinggangmu..
Bahu membahu
Dan awasi kantong dan dompetmu..
Tersenyumlah bila perlu
Tertawalah bila tepat waktu
Rakyat sedang termangu dan menunggu
Hasil jerih payahmu
Jangan pernah meminta penghormatan pada rakyatmu
Karena sejatinya kau adalah pembantu
Tapi janganlah khawatir dan ragu
niscaya kegigihanmu bakal berlaku
bagi hari depan yang cerah dan damai bagi anak cucumu
Itulah penghormatan bagimu
selagi di bawah atap langit dan di atas muka bumi ini
Ini bukan berarti menuntut
karena memang bukan lembaga penuntut
Sekedar sapaan cinta dan kembali mengingat
tentang apa dan tujuanmu menjadi wakil kami
Dari Sabang sampai Merauke..
Sekali lagi
Jangan kecewakan kami

jeomardipeotra, Gedungkuning, 30/9/9.

Baca selebihnya »

Di Bawah Kerlap-kerlip Lampu Terongkeng

Posted in Uncategorized on September 23, 2009 by joemardipoetra

Di sebuah perkampungan..(desa empelu. Kec. Tanah Sepenggal. Kab. Bungo-Jambi) mereka menyebutnya..”Buai Keliling” istilah untuk hiburan keloketif (semacam komedi putar, tetapi terbuat dari peralatan tradisional kayu dan memakai tenaga manusia), pabila lebaran tiba..Tua-muda..dewasa-remaja..putra-putri menyatu di bawah kerlap-kerlip lampu terongkeng..Sungguh..tradisi yang harus dijaga..lantaran individualisme kini berwajah ganda..Di mata mereka, hiburan adalah rekayasa bersama untuk kepentingan bersama pula..sanak keluarga tertawa riang..di atas dan di sekeliling taman Buai Keliling..Di Kota, justru sebaliknya, itu sudah tak ada, melainkan berlomba memperagakan hiburan privat yang berkelas-mahal..Sungguh,.tahun ini aku tidak menjadi bagian dari sorak-orai tradisi buai keliling di tanah kelahiranku itu..Aku merindukakannya..lantaran dibesarkan oleh hiburan merakyat itu…sungguh harus dijaga karena siapa pun boleh tertawa di taman buai keliling itu..tak ada perdebatan harga pabila ingin mencobanya..melainkan sekedar ganti ongkos, kilah para panitia penyelenggaranya..Sekali lagi aku sangat merindukannya..

joemardipoetra; 23 / 9 /9.
Gedongkuning, yogyakarta.

Menyatu dalam Lahir dan Batin

Posted in Puisi on September 20, 2009 by joemardipoetra

Barisan itu kokoh
jari jemari saling bertemu sapa
tubuh saling mendekap erat
tetes air mata berlinang bertalian
dalam hati yang longgar
Ucap salam dan kata maaf begitu indah
dilantunkan oleh sikap saling kasih
Di sebuah perkampungan..aku menemui hal itu
terpikir olehku
sangat tidak beralasan kematian
yang tak wajar selalu mengahantui negeri ini
Di lapisan paling bawah
mereka tampak satu..
melewati segala bentuk batas identitas
agama, ras dan warna kulit
menyatu dalam lahir dan batin..
indah, bak sebuah kabar tentang surga
yang tak bisa ditembus oleh mata
dan didengar oleh sepasang telinga
Ini nyata
dan ini pertanda..
aku, kami menjadi kita
adalah kekuatan
bukan kelemahan
bagi Indonesia

Baca selebihnya »

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Posted in Anak Kata-kata on September 19, 2009 by joemardipoetra

Maha indah peragaan Tuhan tentang tugas kehidupan bagi ummat manusia
kebersamaan dan kekuatan lahir dan batin
menjadi penyulup api persaudaraan
tidak boleh ada kesenjangan yang tidak diperhatikan
keimanan adalah taruhannya.
kini, bulan peragaan itu telah meninggalkan ummat manusia
menuju bulan-bulan yang tak sebatas 11 bulan ke depan
melainkan segala bulan untuk saling perhatian tentang yang liyan
bukankah Tuhan tidak memaksa untuk berlapar dan dahaga
bukankah Tuhan mengajak menjadi manusia merdeka dalam bulan penuh rindu ini
kini, kita disambut hari kemenangan..
suci..luar dalam
menuju hari yang indah sebagai panjang tangan Tuhan di muka bumi ini.
Kemerdekaan adalah hak segala ummat
bersatu dalam bahagia
takbirkan Nama-Nya di seluruh aliran darah dan denyut nadimu
niscaya diri dan jiwa ini menjadi bagian terindah dari-Nya
Selamat merayakan hari raya idul fitri 1430 H
mudah-mudahan kita termasuk bagian dari orang yang berhak meraih kemenangan itu..
Mohon maaf lahir dan batin
adalah pinanda bahwa aku, kami adalah kita.
Amin.

Joemardi Poetra; 19 September 2009
di saat takbir itu selalu mengetuk pintu kecil hatiku..

Huruf-Huruf yang Hidup

Posted in Opini on Agustus 7, 2009 by joemardipoetra

Aku rindu suara lantangmu
Keindahan bukan hanya datang dari kepiawaianmu
dalam meramu anak kata-kata
Aku rindu aksi panggungmu
Ketegasan bukan hanya datang dari tegap
dan gemulai batang tubuhmu yang serba terencana
Aku rindu sapaan nakalmu
Karena kami cepat lupa tentang si liyan
Kepergianmu yang abadi
Meninggalkan jejak langkah cita-cita
Merdeka, hukum yang adil adalah
sarana menuju sesuatu yang diharapkan sekaligus menjanjikan.
Kau guru, kata mereka
Kau bebas berbicara, ungkap si dia
Kau musuh, kilah kaum otoritarian
Kau penyulup api..
Terang-benderang
Sebagai penerang jalan yang kabut gelap
Penuh dengan ketidakpastian
Aku butuh huruf-hurufmu yang hidup
Menorobos relung hati yang kadung gelap, dan mati..
“kehidupan adalah tempat untuk dipikirkan,
tidak boleh terpisah darinya, apa pun itu..
Aku menatap photo gagahmu
Ya..hidup harus berlanjut
Kemerdekaan harus dijemput
Daulat rakyat dan hukum harus dipastikan..
Selamat Jalan Wahyu Sulaiman (WS Rendra)
Tenang lah engkau di haribaa-Nya.
Dalam diam aku belajar padamu

Joemardi Poetra; 11/08/09

  • Media Cetak

  • kompas
  • jawapos
  • mediaindonesia
  • gatra
  • Caping
  • Republika
  • KR
  • Sohib Blog’s

  • dedisyaputra
  • abdirrahman
  • Al-Mizan
  • Himasakti
  • LPM ARENA
  • Juparno Hatta
  • Rosyidi
  • KPJY
  • Yoenea
  • Komentar

    joemardipoetra di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    susilo w di Malu Aku jadi orang Jambi,…
    joemardipoetra di Mari Menulis, Esai Sastra
    rista anggarani di Mari Menulis, Esai Sastra
    eka putra di Mari Menulis, Esai Sastra
    defri di Mari Menulis, Esai Sastra
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    nursahid di TIPS-TIPS MEMBUAT KARYA TULIS …
    arifudin di Huruf-Huruf yang Hidup
    Agus Setiyawan di ETOS KERJA ADALAH JAMINAN
    ading di Huruf-Huruf yang Hidup
    Sugeng Riyadi Syamsu… di Bersatulah Mahasiswa Jambi…
    hendra di DUSUN EMPELU MILIKI RUMAH BACA…
    tutikurnia di Mari Menulis, Esai Sastra
    Ono Gosip di Prita